Rabu, 29 September 2010

Berkata yang baik atau diam (Menjaga Lisan)


Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Bismillaahirrohmaanirrohiim.


Sahabat,
Gimana kabarnya nieehhhh? Semoga Sahabat semua selalu berada dalam Perlindungan dan Rahmat Allah Subhanahu Wata'ala. Amiinn.

Sahabat,
mari kita DIAM, dari pada kita melakukan hal yang tidak bermanfaat, daripada kita nggak bisa berkata baik, karena itu lebih baik untuk sahabat, mari kita simak hadits berikut:

Dari Abu Huroirah rodhiallahu 'anhu, sesungguhnya Rasululloh Shollallohu ’alaihi wasallam bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya
(HR. Bukhori dan Muslim) 1

juga hadits berikut:

Dari Mu’az bin Jabal radhiallahuanhu dia berkata : Saya berkata : Ya Rasulullah, beritahukan saya tentang perbuatan yang dapat memasukkan saya ke dalam surga dan menjauhkan saya dari neraka, beliau bersabda: Engkau telah bertanya tentang sesuatu yang besar, dan perkara tersebut mudah bagi mereka yang dimudahkan Allah ta’ala, : Beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya sedikitpun, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji. Kemudian beliau (Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam) bersabda: Maukah engkau aku beritahukan tentang pintu-pintu surga ?; Puasa adalah benteng, Sodaqoh akan mematikan (menghapus) kesalahan sebagaimana air mematikan api, dan shalatnya seseorang di tengah malam (qiyamullail), kemudian beliau membacakan ayat (yang artinya) : “ Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya….”. Kemudian beliau bersabda: Maukah kalian aku beritahukan pokok dari segala perkara, tiangnya dan puncaknya ?, aku menjawab : Mau ya Nabi Allah. Pokok perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah Jihad. Kemudian beliau bersabda : Maukah kalian aku beritahukan sesuatu (yang jika kalian laksanakan) kalian dapat memiliki semua itu ?, saya berkata : Mau ya Rasulullah. Maka Rasulullah memegang lisannya lalu bersabda: Jagalah ini (dari perkataan kotor/buruk). Saya berkata: Ya Nabi Allah, apakah kita akan dihukum juga atas apa yang kita bicarakan ?, beliau bersabda: Ah kamu ini, adakah yang menyebabkan seseorang terjungkel wajahnya di neraka –atau sabda beliau : diatas hidungnya- selain buah dari yang diucapkan oleh lisan-lisan mereka .
(HR Turmuzi dan dia berkata: Haditsnya hasan shahih) 2

Sahabat,
pastinya pernah dengar ungkapan seperti ini: "lidah lebih tajam dari pada pedang", atau ungkapan: "Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan" dan yang sepeti ini: "diam itu emas"....
ungkapan tersebut menyinggung masalah Lisan, lidah, perkataan, dan kata-kata.

Sahabat,
Menjaga lisan sangat lah penting, dan biasanya dari lisanlah segalanya bermula, kebaikan dan keburukan terlahir. jika kita menggunakan lisan kita untuk hal2 yang baik, berkata baik, berucap santun, berbicara jujur, sesuatu yang bermanfaat, maka akan menghasilkan kebaikan pada diri kita dan pada orang lain. Tapi sebaliknya jika lisan digunakan untuk ghibah (ngegosip), bohong, fitnah, memprovokasi, sesuatu yang tidak bermanfaat, maka akan menghasilkan berbagai petaka dan kejelekan, bahkan bisa sampai terjadi permusuhan...

Sahabat,
KALO ANTUM SEMUA TIDAK BISA BERKATA BAIK, MENDINGAN ATUM SEMUA DIAM SAJA...!!!!!!!!!! karena dengan DIAM ada kebaikan.

Ada beberapa syarat jika sahabat semua ingin berkata bohong, ngegosip, memfitnah, berma'siat. Syarat-syaratnya adalah:
  1. melakukannya harus di tempat yang tidak terlihat oleh ALLAH SWT
  2. melakukannya harus ditempat yg tidak terlihat dan tidak terdengar oleh manusia (antum kan manusia)
  3. melakukannya harus dengan apapun yang tidak diciptakan oleh ALLAH SWT
  4. melakukannya harus dengan tanpa diketahui oleh HATImu.

Nah kalo sahabat semua telah melaksanakan keempat syarat tersebut, maka silahkan saja kalo sahabat ingin berdusta, berkata dusta, berkata tidak baik, berma'siat kepada ALLAH...

Sahabat,
Lidah memanglah lentur, lembut, kecil, tapi kekuatannya lebih tajam dari pedang, lebih keras dari batu karang, dapat menghancurkan tebing yang tinggi... Oleh karena itu jagalah dengan sekuat tenaga "lisan" yang kita miliki, jika benar akan menghasilkan sesuatu yang sangat luar biasa bermanfaat dan baik, tapi jika salah menggunakannya, maka akan terjadi kehancuran, permusuhan, ketidak percayaan...

sekali lagi:
"KALO NGGAK BISA BERKATA BAIK, MENDINGAN DIAM SAJA"

Sahabat,
Semoga bermanfaat dan barokah
Afwan jika kata2 ana tidak berkenan di hati sahabat2 semua.

<'@~  ^_^ !!                        (21 Syawal 1431 H)

0 KOMENTAR:

Poskan Komentar

Sahabat, silahkan tinggalkan komentarnya ya. Syukron.

Membaca Al-Quran

Yang Berkunjung ke Blog ini